Sabtu, 14 Maret 2009

KeSedeRhaNaaN

Terpetik sebuah kisah, seorang pemburu berangkat ke hutan denganmembawa busur dan tombak. Dalam hatinya dia berkhayal mau membawahasil buruan yang paling besar, yaitu seekor rusa. Cara berburunyapun tidak pakai anjing pelacak atau jaring penyerat, tetapi menunggudi balik sebatang pohon yang memang sering dilalui oleh binatang-binatang buruan.
Tidak lama ia menunggu, seekor kelelawar besar kesiangan terbanghinggap di atas pohon kecil tepat di depan si pemburu. Dengan ayunanparang atau pukulan gagang tombaknya, kelelawar itu pasti bisadiperolehnya. Tetapi si pemburu berpikir, “untuk apa merepotkan diridengan seekor kelelawar? Apakah artinya dia dibanding dengan seekorrusa besar yang saya incar?”Tidak lama berselang, seekor kancil lewat. Kancil itu sempat berhentidi depannya bahkan menjilat-jilat ujung tombaknya tetapi iaberpikir, “Ah, hanya seekor kancil, nanti malah tidak ada yang makan,sia-sia.” Agak lama pemburu menunggu. Tiba-tiba terdengar langkah-langkah kaki binatang mendekat, pemburupun mulai siaga penuh,tetapiternyata, ah… kijang. Ia pun membiarkannya berlalu. Lama sudah iamenunggu, tetapi tidak ada rusa yang lewat, sehingga ia tertidur.Baru setelah hari sudah sore, rusa yang ditunggu lewat. Rusa itusempat berhenti di depan pemburu, tetapi ia sedang tertidur. Ketikarusa itu hampir menginjaknya, ia kaget. Spontan ia berteriak,Rusa!!!” sehingga rusanya pun kaget dan lari terbirit-birit sebelumsang pemburu menombaknya. Alhasil ia pulang tanpa membawa apa-apa.Banyak orang yang mempunyai idealisme terlalu besar untuk memperolehsesuatu yang diinginkannya. Ia berpikir yang tinggi-tinggi danbicaranya pun terkadang sulit dipahami. Tawaran dan kesempatan-kesempatan kecil dilewati begitu saja, tanpa pernah berpikir bahwamungkin di dalamnya ia memperoleh sesuatu yang berharga. Tidak jarangorang orang seperti itu menelan pil pahit karena akhirnya tidakmendapatkan apa-apa.
Demikian juga dengan seseorang yang mengidamkan pasangan hidup, jika kita terus mencari yang sempurna, maka kita tidak akan pernah mendapatkannya didunia ini, karena pada hakikatnya kesempurnaan itu tersusun dari jutaan hal yang tidak memiliki kesempurnaan, disaat kita merasa cukup dengan apa yang kita miliki dan cintai, maka disaat itu pula kesempurnaan itu hinggap dan mekar bak bunga di musim semi….